CONTOH PERANAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
CONTOH PERANAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
(Sumber: Google image)
Benito Mussolini merupakan pendiri fasisme otoriter yang mempromosikan nasionalisme dengan segala cara dengan karakteristik dasarnya merupakan perdebatan, membangkitkan antusiasme populer dengan teknik propaganda untuk sebuah kelompok anti-agenda nasionalis liberal, anti- sosialis, ekstrim, dan ekspansionis nasionalis. Fasisme memegang prinsip kepemimpinan dengan otoritas yang absolut dimana perintah pemimpin berlaku tanpa pengecualian. Fasisme menggabungkan sayap kanan (kaum anti-sosialis, anti-demokratis, dan anti-liberalis) dan sayap kiri (kaum sosialis, demokratis, dan liberalis) yang saling bertentangan, walaupun demikian fasisme lebih condong ke sayap kanan.
Pada kejayaan fasisme, struktur ekonomi kapitalis berjalan dengan menempatkan manusia sebagai alat pembangunan negara. Selama Mussolini memerintah, Mussolini menggunakan sistem totaliter yang mengandalkan kekuatan korporasi menjadi inti tradisi politik. Dimana kekuatan korporasi maksudnya adalah bentuk Negara dibangun atas dasar kepentingan kelas (golongan) yang kemudian dinyatakan sebagai kepentingan Negara.
Benito Mussolini yang memimpin secara otoriter dan menggunakan kekuatan korporasi terus menerus menyuarakan ideologi fasisme yang menyatakan perang atau perlawanan. Hal ini kemudian ditentang oleh kelompok sosialis anti-perang yang kemudian memutuskan untuk mengusir Mussolini keluar dari keanggotaan PSI dan dibenci banyak orang (Archer, 2007).
Benito Mussolini yang memimpin Rezim Fasis menggunakan kuasanya juga untuk melawan Mafia yang sedang berkembang di Sisilia. Kuasa yang dimiliki oleh Benito Mussolini mampu memerintahkan agen khusus untuk menghapus organisasi Mafia tersebut (Raab, 2013)
REFERENSI:
Archer, J. (2007). Kisah para diktator, biografi politik para penguasa fasis, komunis, despotis
dan tiran. (D. AS, Trans.) Yogyakarta: NARASI.
Raab, S. (2013). Lima keluarga besar mafia. Jakarta: Prenada Mediadan tiran. (D. AS, Trans.) Yogyakarta: NARASI.
Komentar
Posting Komentar